MUSUH DALAM SELIMUT

Jumat, 02 November 2012


Wajah penuh sandiwara
Dengan seringai penuh kepalsuan

Lidah yang tak pernah puas mengecap
Walau perut menjerit kepenuhan

Lisan yang tak kenal kasihan
Menebar racun pembunuh diri

Nalar sok intelek
Membunuh tekad dan semangat

Hati berselimut kepura-puraan
Mengalunkan orkestra kesantunan semu

Mata bersorot kemunafikan
Tak pernah kenyang menelusur kerendahan

Telinga yang rakus akan gunjingan
Tak peduli jadi tong sampah peradaban

Sang nurani seolah mati suri
Teracuni nikmat sari buah pelena
Yang disodorkan para penyemarak dunia
Atas perkenan sang nafsu
Yang takluk dalam genggaman kerakusannya


Sang budi seakan sekarat
Terbidik anak panah pengabaian
Yang menderas dari mulut manis para durjana
Karena lumpuhnya sang akal
Yang bertekuk lutut di telapak kepicikannya